Rabu, 13 Februari 2019

Kebudayaan Batik Asli Jawa Timur

Jawa Timur adalah salah satu daerah yang kaya dengan seni batik dan memiliki sejarah panjang tentang batik. Batik Jawa Timur tumbuh dan berkembang sesuai dengan karakter masyarakatnya yang terbuka dan apa adanya. Karakter tersebut terekspresi dalam aspek warna, teknik dan motif batik. Aspek - aspek tersebut menjadi media ciri khas pembeda tiap daerah. Salah satu daerah sentra batik di Jawa Timur yang cukup tua dan memiliki sejarah panjang adalah madura, khusunya di Kabupaten Pemekasan. Pemekasan berpotensi sebagai sentra batik yang luar biasa dan memiliki karakter batik yang khas, berbeda dengan batik di daerah Madura lainnya seperti Sampang, Bangkalan dan Sumenep. 
Produk batik Madura memiliki ragam warna dan motif yang tidak kalah dengan produksi daerah lain, karna batik Madura menggunakan pewarna alami sehingga warnanya mencolok. Selain warna yang mencolok, seperti kuning, merah atau hijau  batik madura juga memiliki perbendaharaaan motif yang beragam  Misalnya, pucuk tombak, belah ketupat, dan rajut. Bahkan, ada sejumlah motif mengangkat aneka flora dan fauna yang ada dalam kehidupan.

Selasa, 12 Februari 2019

Batik Saji Pacitan

Batik Saji Pacitan adalah batik yang dikelola oleh seseorang perempuan yang bernama Saji. Perajin batik yang mewarisi tradisi membatik dan leluhurnya itu, kini berupaya memasukkan unsur-unsur baru dalam teknik membatik, khususnya dalam pewarnaan . sementara tradisi membatik di masyarakat Pacitan sudah berlangsung turun - temurun sejak beberapa generasi. Hingga kini, masih banyak yang membatik  dengan pola - pola klasik tradisional, seperti motif parang, bledak, sidoluhur dan semacamnya.

Kemudian Saji bersama suaminya Samuri, mulai 1990-an membuat rintisan batik Pacitan dengan kreasi-kreasi baru yang disebut Batik Saji. Produk batik tulis dengan nama sesaui nama Saji itu, tidak banyak berbeda dengan batik tradisonal Pacitan pada umumnya. Namun konsep pewarnaan yang lebih beragam dan cemerlang, menjadikan karya seni “Batik Saji” khas Pacitan lebih modern.  Beberapa bahan pewarna alam yang digunakan perajin diantaranya yakni kulit kayu mahoni, kayu tangeran, akar pace, tawas, biji-bijian mlinjo, daun mangga,saren kapur.

Motif yang dikembangkan tersebut sebenarnya masih dapat lebih bernuansa Pacitan jika mengadopsi motif wayang beber. Sebab, Pacitan dimasa lau sangat populer dengan karya lukis wayang beber yang di dalamnya kaya dengan motif bertema wayang.

Senin, 11 Februari 2019

Filosofi Warna Batik

Madura merupakan sebuah pulau yang terletak di ujung Pulau Jawa. Pulau yang terkenal dengan sebutan pulau garam tersebut juga memiliki kerajinan tangan berupa batik yang biasa disebut Batik Madura. Batik Madura sendiri semakin unik karena mempunyai filosofi tersendiri dari tiap warna yang digunakan pada kain batik. Warna ini hampir sebagian besra mengikuti motos dan kepercayaan masyarakat Madura secara umum.
1. Hijau
Warna ini biasanya menjadi ciri khas batik yang asal Kabupaten Bangkalan. Warna hijau sendiri diambil dari perkembangan Agama Isllam di Pulau Madura dan dikonotasikan sebagai warna daun yang menggambarkan sebagai dewa kesuburan saat Kerajaan Majapahit masih berkuasa di Madura.
2. Biru
Warna biru yang digunakan pada batik Madura biasa diartikan sebagai warna natural dari warna sebuah kepulauan. Biru sendiri dideskripsikan masyarakat Madura sebagai bentangan laut biru dan luas yang mengelilingi Pulau Madura.
3. Merah
Pemberian warna merah pada batik Madura tidak hanya melambangkan keberanian. Namun juga menunjukkan masyarakat Madura yang tegas, keras dan kuat saat menghadapi berbagai masalah kehidupan.
4. Kuning
Warna ini berbeda makna dengan warna kuning batik lainnya. Bagi masyarakat Madura kuning berarti wilayah mereka cukup subur untuk bisa digunakan sebagai lahan pertanian.
Selain warna, motif dan corak yang terdapat di batik Madura mempunyai makna berbeda tergantung dari kekhasan daerahnya masing - masing. Biasanya, corak batik Madura mengikuti karakter dari dongeng masyarakat sekitar.

Sabtu, 09 Februari 2019

Makna Batik Parang

Batik Parang memiliki makna yang tinggi dan mempunyai nilai yang besar dalam filosofinya. Batik motif dari Jawa ini adalah batik motif dasar yang paling tua. Batik parang ini memiliki makna petuah untuk tidak pernah menyerah, ibarat ombak laut yang tak pernah berhenti bergerak. Batik Parang juga menggambarkan jalinan yang tidak pernah putus, baik dalam arti upaya untuk memperbaiki diri, upaya memperjuangkan kesejahteraan, maupun bentuk pertalian Keluarga

Batik Parang bahkan menggambarkan kain yang belum rusak, baik dalam arti memperbaiki diri, kesejahteraan upaya mereka, serta bentuk hubungan dimana batik parang pada masa lalu adalah hadiah yang mulia untuk anak-anaknya. Dalam konteks ini, pola berisi dewan orang tua untuk melanjutkan perjuangan parang dilanjutkan. Garis diagonal lurus melambangkan penghormatan dan cita-cita, serta kesetiaan kepada nilai yang sebenarnya. Dinamika dalam pola parang ini juga disebut ketangkasan, kewaspadaan, dan kontituinitas antara pekerja dengan pekerja lain. Batik Parang biasanya digunakan untuk acara pembukaan. Misalnya: Senapati yang ingin pergi berperang, agar pulang membawa kemenangan.

'"Parang berarti perang, para raja jawa dan kesatria jawa selalu memakai batik parang yang berarti perang melawan hawa nafsu nya setiap hari, terus menerus. Hanya para raja ksatria lah yang boleh pakai batik parang. itu sebagai agama nya , sebagai maujud ageman nya setiap hari , ucap tekat laku lampah.''
"Batik artinya Bakti, Bekti, Dhama bakti, para raja ksatria jawa harus berbakti kepada nusa bangsa keluarga dan agama nya. Ageman dari Batik menjadi agama nya , ucap tekat laku lampah seorang menuju sampurna '" (syafril indra kusuma)

Kamis, 07 Februari 2019

Arti Motif Batik di Sidoarjo

Motif batik biasanya di dominasi oleh flora dan fauna khas Sidoarjo seperti:
1. Beras kutah
Motif ini dilatarbelakngi adanya dua penggilingan padi di Siodoarjo.
2. Kebun tebu dan kembang tebu(tebon)
Dilatarbelakangi dengan Sidoarjo yang memiliki perkebunan tebu dan sebagai penghasil gula.
Terispirasi oleh banyaknya tumbuhan bayam yang tumbuh di rumah penduduk, terutama di Tulungan, Sidoarjo.
4. Pecah kopo
Dilatarbelakangi masyarakat Sidoarjo yang menanam kopi di jaman dahulu.
Motif batik berupa bulatan merica yang berlubang.
6. Sekarjagad
Berasal dari kata sekar berarti bunga dan jagad berarti dunia. Sekarjagad artinya kecantikan dan keindahan sehingga orang lain yang melihat akan terpesona. Motif sekarjagad (pola geometris berbentuk ceplok atau hiasan bulat berulang yang semuanya saling merapat) yang banyak berornamen bunga/tanaman.
7. Mahkota
Awalnya merupakan motif batik dari desa Sekardangan. Biasa digunakan sebagai hantaran pada acara lamaran, yang nantinya akan digunakan pada upacara pernikahan.

Rabu, 06 Februari 2019

Sejarah Batik Keris

Batik Keris merupakan perusahaan batik yang didirikan di daerah Sukoharjo, tepatnya di Kelurahan Cemani Pada tahun 1946 oleh Kasoem Tjokrosaputra. Bidang usaha ini sebenarnya telah dijalankan oleh kedua orang tuanya sejak Tahun 1920.

Perubahan politik pada tahun 1966 membuka cakrawala baru bagi kehidupan sosial ekonomi bangsa Indonesia. Pemerintah membuka kesempatan penanaman bagi modal asing (PMA) dan modal dari dalam negeri (PMDN). Usaha dagang batik Keris mengambil peluang ini dengan memanfaatkan pinjaman yang diberikan oleh pemerintah. Seiring dengan semakin berkembangnya usaha yang dirintis, maka pada tahun 1970 terjadi perubahan status perusahaan dari bentuk perusahaan perseorangan menjadi bentuk perseroan terbatas (PT) dengan akta Notaris R. Sugondo Suryo No. 1 pada tanggal 2 April 1970 di kota Solo. Akta tersebut terdaftar pada Menteri Kehakiman Republik Indonesia tanggal 28 september 1971 No. JA 5/143/18 dan dimuat dalam berita Negara Republik Indonesia tanggal 2 Februari 1973 No. 10. Pada saat itu PT Batik Keris mampu mempekerjakan sekitar 2.000 karyawan.

Untuk menunjang kebutuhan bahan baku agar tidak terganggu oleh fluktuasi pasar, maka pada tahun 1974 pemegang saham PT. Batik Keris mendirikan PT. Dan Liris. PT. Dan Liris diarahkan untuk memproduksi benang, pertenunan, finishing pewarnaan serta konfeksi pakaian jadi. Nama Dan Liris mempunyai arti tersendiri bagi pendirinya. Dan Liris mengandung filosofi seperti air hujan rintik-rintik yang tak kunjung reda. Begitu juga harapan yang dipegang Kasoem Tjokrosaputra, PT. Dan Liris diharapkan akan memberikan kesejahteraan dan kemakmuran yang tiada henti bagi seluruh rakyat Indonesia.

Selasa, 05 Februari 2019

Batik Kawung

Batik Kawung adalah motif tua yang berasal dari tanah Jawa yang berbentuk seperti kolang-kaling disusun pada empat sudut persegi. Motif ini menurut catatan penelitian sudah ada sejak abad ke-9 dulu. Namun konon batik Kawung baru mulai berkembang pada jaman Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat, yaitu tahun 1755 pada abad ke-18.

Makna batik Kawung sendiri ada beberapa, diantaranya adalah pengendalian diri yang sempurna, hati yang bersih tanpa adanya keinginan untuk ria, dan masih banyak lagi. Nama dan motif Kawung dilansir berasal dari dua sumber. Yang pertama adalah serangga Kwangwung, dan yang kedua adalah buah Kolang-Kaling. Motif Kawung termasuk kedalam beberapa motif larangan Keraton, yang mana dulu hanya boleh digunakan oleh kalangan kerajaan saja.

Batik memiliki banyak varian dan motif yang amat beragam dengan makna dan sejarah panjang dibalik masing-masing motifnya. Batik Kawung adalah salah satu pola/motif batik yang memiliki sejarah yang panjang perkembangannya di masyarakat. Motif batik Kawung itu cantik dengan pola-pola geometris yang menawan. Motif ini ternyata memiliki cerita yang dalam dan mengandung unsur-unsur kearifan Jawa yang sangat kental.